Minyak bumi dalam sejarahnya sepanjang masa memberikan kontroversi yang luar biasa. Dengan ditemukannya minyak bumi ratusan tahun yang lalu dan mulai dieksplorasi secara besar-besaran sekitar tahun 1930 sampai sekarang ini manusia dari berbagai bangsa mengurasnya dari dalam perut bumi. Minyak bumi telah memberikan manfaat positipnya bagi pembangunan dan kemakmuran bangsa-bangsa. Negara-negara Arab mengklaim memiliki lebih dari setengah cadangan minyak di dunia. Oleh karena itu pada saat perang teluk berkecamuk mereka melakukan embargo dan Amerika Serikat memperoleh akibatnya dengan terjadinya krisis ekonomi yang cukup berdampak.
Saat ini, produksi minyak bumi oleh beberapa kalangan di klaim telah mencapai puncak produksinya. Artinya, cadangan minyak bumi makin menipis dan segera habis. Terjadi kepanikan di seluruh dunia sehingga mengalami krisis global seperti yang kita alami saat ini di mulai awal tahun lalu (2008). Minyak bumi pernah dan akan terus memberikan kesejahteraan dan kemakmuran, terutama bagi Negara-negara penghasil minyak dan para kampiun makelar di seluruh dunia. Tetapi bagi Negara-negara yang tidak memiliki tambang minyak sama sekali, ini merupakan bencana yang sangat besar akibatnya. Kemiskinan dan kelaparan terjadi di hamper seluruh belahan bumi.
Adalah kenyataan, minyak bumi memiliki kontroversi dalam kehidupan manusia seutuhnya. Bahkan Indonesia pernah mengalami kejayaan karena minyak bumi di era ’80 an. Namun demikian saat ini minyak bumi menjadi isu politik dan ekonomi yang tak pernah dapat diselesaikan. Bangsa ini terjerat buah simalakama pesoma minyak bumi. Adakah bangsa ini akan jalan ditempat bahkan mundur kebelakang karena krisis yang dipicu keberadaannya (minyak bumi). Sejarah akan membuktikan hal ini, tentu saja para anak bangsa yang cinta negeri ini akan berusaha dan bekerja keras agar semua ini tidak terjadi.
Pemikiran untuk mencari dan menggali sumber-sumber minyak baru menurut sebagian besar pakar perminyakan adalah hanya sebuah mimpi yang tidak akan berwujud. Memamg teknologi mekin canggih, tetapi sumber-sumber minyak benar-benar telah kering. Oleh karena itu banyak Negara berlomba mencari energi alternative. Secara konvensional telah digunakan energi yang berasal dari tenaga air, nuklir, angin, panas bumi dan bahkan matahari. Demikian pula telah digunakan sumber-sumber yang dapat diperbaharui namun jumlahnya sangat terbatas seperti biomassa, alkohol, CPO (Crude Palm Oil / minyak sawit) dan sebagainya. Namun ini semua belum mampu mencukupi. Terutama untuk kebutuhan kendaraan bermotor (mulai dari sepeda motor, mobil, truk, kapal laut dan pesawat terbang) dan mesin-mesin pabrik. Bahkan jumlah mobil dan truk di seluruh dunia berkisar 700 juta unit, belum termasuk sepeda motor dan mesin-mesin motor temple dan mesin2 stationer. Bisa dibayangkan lebih dari satu milyar gallon minyak tiap hari dibakar dan mengotori alam raya dengan asapnya yang beracun. Oleh karena itu saat ini dampaknya adalah pemanasan global dan perubahan cuaca yang tidak menentu.
Penggunaan minyak bumi tidaklah mungkin dihentikan, tetapi laju penggunaannya dapat dikurangi sebanyak manusia mampu. Hal ini dibutuhkan perjuangan, usaha dan bekerja keras tanpa henti dan berkesinambungan. Seluruh dunia harus bahu membahu untuk mencari dan menggunakan energi alternative sebanyak-banyaknya. Tidak cukup riset yang dilakukan oleh beberapa Negara maju, tetapi seluruh dunia harus ikut melakukannya. Pernahkah anda bayangkan tiba-tiba minyak bumi lenyap dari pompa-pompa bensin di separuh kota anda selama satu tahun penuh? Bagaimana kalau seluruh Propinsi, bagaimana pula kalau seluruh Negara? Namun ini tidak mengancam negeri kita saja, seluruh dunia terancam krisis yang mengerikan. Krisis seperti ini memang baru akan terjadi satu abad sejak sekarang ataupun setengah abad. Siapa dapat meramalkan dengan tepat?
Ada harapan baru sejak dipopulerkannya kembali gas hidrogen ataupun gas HHO / gas Brown oleh Prof. Yull Brown. Gas ini relative mudah dibuat dengan bahun baku yang luar biasa melimpah. Dengan elektrolisa air yang sangat sederhana sekalipun HHO dapat dihasilkan dengan mudah. Gas ini juga mudah dibakar dan tidak menimbulkan polusi sama sekali. Bahkan apabila dipakai bersamaan dengan bahan bakar lain akan menimbulkan efek positip yaitu mampu menekan emisi gas buang sampai hampir mencapai nol. Tentu saja ini merupakan harapan baru dan menjadikan semangat yang luar biasa di berbagai kalangan. Baik mereka yang awam, kaum cerdik pandai bahkan ekonom dan politikus ikut ambil bagian. Semangat ini perlu kita pelihara bersama, tidak perlu terjadi euphoria yang berekses negatip. Marilah dengan semangat kebersamaan kita kembangkan Hidrogen Generator di persada tanah air Indonesia tercinta, Bravo.
February 20th, 2009 at 7:48 am
luar biasa! betapa sebenarnya bumi kita memiliki keterbatasan, tetapi sesungguhnya bumi kitapun menyediakan kelebihan! ayo kita cintai bumi ini dengan mengembangkan ketersediannya untuk hajat hidup kita bersama!!